Translate

Rabu, 15 Januari 2014

Dear Kakak

Sedikit ocehan malam ini, hanya bisa terungkap lewat tulisan karena kata tak mampu terucap.
^^
Dear Kakak,
Selamat malam yang  jauh  di sana. Tak mampu raga menyapa namun doa akan tetap tercurah.
Hai, Mr.Misterius sedang apa dirimu? Sibuk ya? Mungkin. Malam ini, entah kenapa di tengah malam yang  sunyi, senyap, dinginnya udara serta heningnya malam aku sangat ingin bertemu denganmu. Terdengar aneh, memang. Ingatkah kau kapan kita terakhir bertemu? Emm, mungkin kau tak ada waktu untuk mengingatnya.. ya sudah biar aku saja yang mengingatkan. Kita terakhir bertemu tanggal 03 Juni 2013 di ruang BK SMA dan hari itulah aku terakhir ngobrol sama kamu.
Kak, aku tahu Insya Allah dua hari lagi kau pulang. Perpaduan antara senang dan lega menyelimuti diriku sampai tak terasa ada buliran bening menetes. Aku memang bukan siapa siapa bagimu, namun bagiku kau adalah inspirator ku. Aku menunggumu kembali. Cepatlah kau pulang karena aku sudah tak sabar untuk meluapkan segala kisah ku selama aku di kota Metropolitan.
Tahukah kau apa yang ku pikirkan malam ini?
Aku teringat kenangan kebersamaan kita. Jika ada orang yang bertanya padaku “Dimanakah tempat yang pernah kau kunjungi dan kau sangat merasa nyaman?” .. Pasti aku akan menjawab “Telaga Ngebel”. Ya di sana kak, kita kesana tepat 8 hari setelah ulang tahunmu dan 5 hari setelah ulang tahunku. Hari itu sangatlah istimewa bagiku. Aku dan dirimu duduk berdua di pinggir danau, ditemani pemndangan pepohonan hijau yang rimbun, air danau yang jernih dan juga udara yang sangat segar. Kita mulai membicarakan langkah kedepan setelah pengumuman SNMPTN. Awalnya aku sangat antusias, namun setelah tahu jika kau akan pergi jauh pikiran ku langsung melayang tak karuan. Namun ku coba untuk tetap positif thingking “masih planing kita belum lihat hasil” dan lagipula kau akan mengambil langkah itu demi membahagiakan Ibumu.. Subhanallah, semakin bangga pada dirimu..
Aku tahu banyak orang yang berfikiran jika hubungan kita lebih dari sahabat. Awalnya aku takut kamu akan menjauhi aku, tapi ternyata aku salah. Alhamdulillah sampai detik ini Allah masih menjaga silaturahmi kita yang InsyaAllah akan semakin erat meskipun jarak dan waktu membatasi kita.
Malam ini aku lebih banyak diam dan merenung. Terlalu banyak kenangan kita yang terlintas dalam ingatanku. Saat hari wisuda, saat kau ganti nomor telepon, saat ulang tahunmu, saat kau sakit, saat aku sakit, saat aku menangis,saat aku bertarung di SBMPTN bahkan saat kita sudah terpisah jauh semua perhatianmu masih ku ingat dan tersimpan rapi dalam memori. Sungguh, semua itu ku rindukan. Jauh aku merantau tak ada satupun yang seperti mu, kau satu dan hanya dirimu.
Kak, tetaplah menjadi kakakku yang seperti dulu. Selalu ada saat aku senang maupun sedih, selalu memberi ketenangan dengan senyum simpul, selalu terbuka dan pastinya perhatian dengan caramu sendiri.
I’m waiting you back home :=)

Salam,
Bawel.

^^

0 komentar:

Posting Komentar