This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 29 Januari 2014
For the First Time
06.15
No comments
Untuk
Pertama Kalinya
Terhitung empat hari sudah aku kembali
di sini, di Jakarta. Semalam hujan turun lagi. Lama, lama sekali sampai tadi
pagi. Tak tanggung-tanggung, jalanan pun kembali banjir setelah kemarin sempat
surut. Banyak janji yang batal, karena jalan yang tak bisa di akses. Alhamdulillah,
daerah ku aman. Jadi planing ku ke kampus tetap terlaksana. Awalnya niat ku
hanya ingin mengumpulkan KHS, ya karena anak
Bidik Misi wajib mengumpulkan. Tapi, niat awalku ku itu terpatahkan ketika ada
tawaran mengajar anak-anak pengungsian korban banjir di GOR Otista.
Tanpa pikir panjang, akupun acece
untuk ikut ke sana. Dan inilah, untuk pertama kalinya sepanjang hidupku yang
hampir sembilan belas tahun, aku menyaksikan secara langsung banjir dan
pengungsian. Saat pertama aku melihat pengungsian ini, rasanya tak jelas. Ku tahan
air mata yang ingin menetes. Entah kenapa aku senang sekaligus haru berada di
tengah-tengah mereka. Mereka begitu tegar menghadapi musibah ini. Senyum dan
tawa mereka seakan tak merasakan semua beban ini. Aku bahagia bisa hadir di tengah-tengah
mereka. Menghibur mereka, setidaknya melihat senyum mereka membuat senang hati
ini. Karena akupun tak yakin jika semua ini terjadi padaku, aku bisa setegar
mereka semua.
Bahagia itu sederhana, karena bahagia
itu datangnya dari hati. Tak perlu keliling dunia, keliling Indonesia ataupun mengejar harta dunia. Karena
dengan berbagi apa yang kita punya kepada orang lain itu pun sudah membuat
bahagia. Tak perlu harta, tenaga kita untuk berkontribusi di masyarakat pun
juga tak masalah. Dan pelajaran yang sangat berharga dari kegiatan hari ini
adalah “bersyukur”. Bersyukurlah kita yang masih Allah lindungi dari berbagai
bencana. Kadang kita lupa bersyukur atas nikmatNya, justeru malah mencaci maki dan
selalu merasa kurang atas apa yang kita miliki. Tengoklah saudara-saudara kita
yang kini tengah bertahan hidup melawan bencana. Renungkan apa yang sudah kita
lakukan selamaini. Sedih,galau,malas-malasan sebaiknya sedikit demi sedikit kita
kurangi. Setidaknya kita sedikit lebih beruntung daripada mereka. Malam ini
kita masih bisa tidur nyenyak di atas kasur empuk sedangkan mereka
berdesak-desakkan di pengungsian.
Wahai sahabat, marilah sejenak kita
meluangkan waktu untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Memang tak
ada materi yang kita dapat dari ini, tapi InsyaAllah, Allah yang akan membalas
semuanya. Jadikan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk tabungan kita di masa
depan yang abadi. Semua perbuatan yang diniatkan ikhlas karena Allah, maka
dunia ini tak akan cukup untuk membalas perbuatan baik itu. SEMANGAT BERBAGI J
Selasa, 28 Januari 2014
FamDay PKB’13
06.24
No comments
FamDay PKB’13
Hari
ini adalah hari ketiga aku setelah pulang kampung. Setelah kemarin ada kegiatan
yang sesuatu banget, hari ini pun tak kalah menarik. Bukan hanya menarik namun
penuh makna. Subhanallah , acara hari ini sangat luar biasa. Mood ku berubah
180 derajat setelah acara ini. Karena pulang kampung yang kurang puas, mood ku
di Jakarta sangatlah buruk. Namun setelah ada acara ini rasanya tak pantas aku
murung berlama-lama. Ada apa sih sebenarnya ?
Selasa,
28 Januari 2014 untuk pertama kalinya kelas ku PKB’2013 melaksanakan Sikrab (Siang
Akrab) atau Family Day di rumah Mentari. Tidak semua hadir dalam acara ini
karena sikon yang tidak mendukung. Rencana awal dari tim FKK adalah acara akan
dimulai pada pukul 10.00 WIB, tapi karena tidak semua yang hadir tahu secara
persis rumah mentari jadi acara dimulai sedikit lebih siang. Acara diawali
dengan pembukaan, dimana Bang Paik sebagai MC yang memimpin. Setelah itu ada
tilawah yang diwakili oleh Om Alvi. Lalu , dilanjutkan dengan
sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Om Alvi sebagai ketua
Kelas PKB’13, yang kedua dari Teteh Reicka sebagai Korput PKB’13 dan yang
terakhir dari Mama dedew sebagai Korput jurusan kimia 2013. Setelah sambutan,
sambil menunggu adzan dzuhur acara diisi dengan cerita dan curhat tentang
liburan serta kesan-pesan selama satu semester bersama.
Setelah
sholat dzuhur, acara kembali dilanjutkan. Ini adalah acara yang paling bikin
keppo, yaitu acara tukar kado. Sebelum acara dimulai , setiap anak yang datang kadonya
langsung di beri nomor. FKK telah menyiapkan undian untuk masing-masing anak
dimana undian tersebut fungsinya untuk mengambil kado yang sesuai dengan nomor
urutnya. Nah, spesial banget nih aku dapet nomor 1. Setelah semua dapet kado,
kita bareng-bareng bukanya. Dan.... jeeng jeeng.. aku dapet mobil kayu nih yang
imut banget. Makasih banyak nih buat yang ngasih kado , wah semakin semangat buat
belajar biar kelak bisa punya mobil dari usaha sendiri.
And
then, acara selanjutnya yaitu game. Seven up!. Di sini di cari 3 orang terakhir
yang bisa bertahan sampai permainan selesai. Dan tentunya game ini menuntut
konsentrasi kita. Tak disangka tak diduga, aku bisa bertahan sampai permainan
selesai. Padahal aku ini tipe orang yang gampang banget buyar konsentrasinya. Dan
akhirnya aku dapet gift lagi nih dari permainan ini. Aku dapet gayung..
hehehe.. lumayan lah buat nambah koleksi gayung di rumah.. dua finalis lainnya yaitu Sahrul dan Chaery..
masing-masing dapet sandal jepit dan gantungan baju.. wah, asyik juga tuh yaa..
Hari
semakin sore, tak lama setelah game selesai kami langsung menuju acara terakhir.
Rujak bersama. Kali ini mengandalkan Bu Galih dalam hal potong memotong dan Mas Bruno yang jago banget bikin bumbu nya. Tapi
sayang, di recokin sama si Mr. Ngode a.k.a Budiman. Alhasil sambel nya berhasil
menguras perut anak-anak.. haha, silahkan menghubungi budiman jika terjadi hal
di luar dugaan.. hihi and Finally acara ditutup dengan pembacaan angket dan
dilanjutkan doa, selamatnya buat yang menang nominasi..
Banyak
sekali hal yang bisa aku ambil dari kebersamaan hari ini bersama kalian,
keluargaku. Hanya dalam hitungan jam kalian memberikan supply semangat yang
sangat luar biasa. Aku yang awalnya masih males-malesan di Jakarta, masih
sedih, murung dan intinya belum siap kembali pada Jakarta akhirnya semua itu
terpatahkan hari ini. Karena kalian aku kembali bersemangat, kembali ceria dan
tak memiliki alasan untuk bersedih lagi. Kalian keluarga yang sangatt baik,
sangat positif dan tentunya sangat berarti buat hidup aku. Thanks PKB’13
keluarga baru ku yang selalu ada selama aku di Jakarta yang selalu membantu
keseharianku menjalani kuliah. Hope we’ll always together. Mari bersama
berjuang dalam ridhoNya. Semoga setelah ini kita semakin erat, merapat dan
merangkul satu sama lain. Tetap menjaga satu sama lain dalam lingkaran persahabatan
yang penuh kasih sayang .
Jakarta, 28 Januari 2014
Kamis, 23 Januari 2014
Your Smile is My Spirit
22.14
No comments
Your Smile is My Spirit
Waktu
yang bergulir tak akan pernah bisa kembali. Satu hal yang dapat dilakukan
adalah memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Itu yang seharusnya
dilakukan, namun sayang tidak seperti yang aku lakukan. Satu minggu dia pulang
hanya empat jam yang bisa ku manfaatkan. Kehidupan kadang seperti sebuah
sinetron, adakalanya dia bersambung lalu mulai lagi episode baru. Dan bagiku
pertemuan kemarin adalah awal dari episode baru. Episode kedua.
Kenapa
episode kedua? Karena bagiku kebersamaan ku selama 3 tahun kemarin adalah
episode pertama. Dimana aku benar-benar merasakan kehadiran sesosok orang yang
bisa ku percaya penuh. Dia lah sahabat baikku yang Allah turunkan untuk menemaniku
sampai akhir SMA. Setelah SMA Allah berkata lain. Takdir memisahkan kami namun
Allah selalu menjaga ukhuwah diantara kami. Tujuh bulan lamanya kami tak
bertemu, alhamduillah kemarin diberi empat jam yang sangat luar biasa untuk
kembali bersapa ria.
Tujuh bulan dibayar
dengan empat jam? Tak adil memang. Tapi setidaknya ada senyum simpul yang hadir
di tengah-tengah pertemuan kemarin. Sesimpul senyum yang penuh ketenangan. Mungkin
hanya aku yang merasakan itu, tapi memang senyum itu yang sebenarnya aku tunggu
selama ini. Empat jam pemutus episode pertama ku penuhi dengan rasa gado-gado. Begitu
banyak hal yang berkecamuk dalam benakku. Ada senang, sedih, keppo, gelisah dan
entah sampai aku tak tau istilahnya. Memang ini sebuah pertemuan, tapi besok
dia sudah kembali ke Ponpes. Pertemuan atau perpisahan ini?. Oh Ya Allah, berat
sekali rasanya ingin mengungkapkan semua gundah ku ini.
Dan seperti
biasanya, setelah bertemu dengannya aku selalu sedih. Sedih karena harus
berpisah lagi. Tapi aku akan semakin sedih kalau dia tak cepat kembali ke
Ponpes. Karena pulangnya dia kemarin adalah karena permintaanku. Dan karena
permintaan konyol ku itu dia tertinggal banyak materi di pondok.
Malam yang sunyi
menambah melayang pikiranku. Tak terasa ada buliran bening menetes di pipi. Ku rasa
ada yang mengganjal dalam hatiku. Seperti rasa tak rela kehilangan. Bukan,
sebenarnya bukan kehilangan. Hanya berpisah sementara. Hanya satu hal yang
membuatku tenang, yaitu membaca kembali kata-kata yang pernah dia buat khusus
untuk menenangkan ku ketika perpisahan pertama dahulu.
"Don't sad my Sister, I'il always beside you"
Sejauh manapun Aku pergi, aku akan tetap di sampingmu. Sepedih apapun perasaanmu, aku akan terus menghiburmu. Sampai kamu bisa tersenyum cerah kembali.
Karena Kakakmu tidak mau melihat Adiknya sedih dan menangis.
"Because, you're my Sister"
Sejauh manapun Aku pergi, aku akan tetap di sampingmu. Sepedih apapun perasaanmu, aku akan terus menghiburmu. Sampai kamu bisa tersenyum cerah kembali.
Karena Kakakmu tidak mau melihat Adiknya sedih dan menangis.
"Because, you're my Sister"
Sepenggal kalimat itu mampu menyejukkan jiwa yang
gundah. Setiap kali kesedihan melanda aku selalu membaca kalimat itu. Dan dia
pun menepati janji nya. Dia hadir saat aku membutuhkan sandaran. Saat aku buntu
tak tahu harus kemana, buntu karena gelapnya jalan, dia hadir bagai lentera yang
menerangiku. Cerahnya kehadiran dirinya disertai dengan nasihat-nasihat yang
begitu luar biasa. Ini salah satu nasihat yang masih ku simpan rapi dalam
memori ku.
“Mungkin awalnya terasa sulit dan berat,
tapi lambat laun semuanya pasti akan terbiasa.
carilah sesuatu yang pernah membuatmu bahagia saat kamu berhasil mendapatkannya di tempat dimana saat ini kamu berada. Jadikan sebuah kenangan manis kecil itu sebagai obat kerinduanmu saat kamu tengah mengalami hal yang membuatmu untuk pulang walaupun kenangan kecil itu tak sebanding dengan yang pernah kamu dapatkan di kampung dulu.
Ibarat orang yang sakit walaupun diobati dengan apapun tidak akan pernah sembuh jika dia tidak yakin dengan kesembuhannya. padahal seseorang itu tidak perlu obat apapun,karena yang ia butuhkan adalah yakin dengan dirinya sendiri bahwa kesembuhan akan berhasil ia temukan dari dalam hatinya sendiri, bukan dari obat, dan bukan dari orang lain. hanya sebab dirinya sendiri ia berhasil sembuh dari rasa sakit yang ia rasakan.”
carilah sesuatu yang pernah membuatmu bahagia saat kamu berhasil mendapatkannya di tempat dimana saat ini kamu berada. Jadikan sebuah kenangan manis kecil itu sebagai obat kerinduanmu saat kamu tengah mengalami hal yang membuatmu untuk pulang walaupun kenangan kecil itu tak sebanding dengan yang pernah kamu dapatkan di kampung dulu.
Ibarat orang yang sakit walaupun diobati dengan apapun tidak akan pernah sembuh jika dia tidak yakin dengan kesembuhannya. padahal seseorang itu tidak perlu obat apapun,karena yang ia butuhkan adalah yakin dengan dirinya sendiri bahwa kesembuhan akan berhasil ia temukan dari dalam hatinya sendiri, bukan dari obat, dan bukan dari orang lain. hanya sebab dirinya sendiri ia berhasil sembuh dari rasa sakit yang ia rasakan.”
Sedikit
yang ingin ku sampaikan. Terima kasih telah mau menjadi sahabat baikku selama ini.
Tetaplah menjadi sahabat ku sampai kapanpun. Jangan pernah bosan mendengar
ocehan-ocehan ku. Adikmu ini memang bawel, tak ada tandingannya.. tapi asal kau
tahu, hanya untuk kakakku aku bawel seperti itu .. hehe
Teruslah
tersenyum kakak.. karena senyummu adalah semangatku..
Rabu, 22 Januari 2014
Oase Hari Ini
06.20
No comments
Oase Hari Ini
Pagi ini cerah,
secerah hatiku tentunya. Tak lain dan tak bukan juga tak lepas dari apa yang
akan ku alami hari ini. Sebuah momen yang telah lama ku tunggu, momen yang
terakhir ku alami sekitar tujuh bulan yang lalu. Momen yang sangat ku rindukan.
Momen apalagi selain berkumpul bersama sahabat lama.
Hari
ini aku bertemu dengan dia. Orang yang sangat ku tunggu kehadirannya. Setelah kelulusan
SMA kami berpisah. Aku kuliah di Jakarta dan dia menekuni agama di salah satu Pesantren
Boyolali. Meskipun ‘dunia’ kami berbeda namun komunikasi kami tak pernah putus.
Dia, orang yang sangat spesial untukku. Bukan pacar, tapi sahabat. Sahabat yang
sudah ku anggap seperti kakak kandung ku.
Tak
banyak yang berubah dari fisiknya. Dia tetap seperti dahulu. Namun sungguh
takjub dengan pertambahan ilmu nya. Apa yang dia dapatkan di pondok sungguh
menambah kekaguman ku. Hampir aku meneteskan air mata, namun masih dapat ku
tahan semua itu. Senyum simpulnya sangat menyejukkan, bagaikan hujan yang turun
di padang pasir. Dan itulah yang membuat ku selalu merasa tenang , nyaman juga
betah di dekatnya.
Pertemuan
kami sangat singkat. Tak banyak juga yang sempat kami obrolkan. Kata terakhir
yang mampu ku ucap hanyalah “hati-hati”. Ya , karena besok dia sudah kembali ke
pondoknya. Sedih? Pasti. Ini sudah kedua kalinya dia berpamitan namun tetap
saja Aku merasa kehilangan padahal setiap minggu masih bisa berkomunikasi.
Namun,
aku tak mau menjadi beban untuk kakakku. Kepulangannya kali ini pun dia izin
pada pihak pondok karena memang dia tak ada libur. Izinnya kali inipun membuat
dia ketinggalan banyak hafalan dan hadits. Aku jadi tak enak. Dia pulang karena
tau aku pulang juga. Entahlah, kenapa dia sampai rela ketinggalan seperti ini.
*bigask*
Setidaknya,
melihatnya hari ini saja sudah memberi ku semangat tersendiri. Bagai mentari di
musim dingin. Bagai rembulan di tengah malam. Dia telah memberi oase yang cerah
di tengah mendungnya hari ini. Warna yang indah dan semangat baru untuk jiwa
ku. Kak, ingatkan akan janji mu? Sejauh apapun jarak diantara kita kau akan
tetap menjadi kakakku dan aku akan tetap menjadi adik mu..
Terima
kasih untuk hari ini. Semoga Allah mempertemukan kita lagi. Jaga baik-baik dirimu.
Hanya doa yang bisa ku beri.
-F-
-F-
Rabu, 15 Januari 2014
Dear Kakak
05.30
No comments
Sedikit ocehan malam ini, hanya bisa terungkap lewat tulisan
karena kata tak mampu terucap.
^^
Dear Kakak,
Selamat malam yang jauh
di sana. Tak mampu raga menyapa namun
doa akan tetap tercurah.
Hai, Mr.Misterius sedang apa dirimu? Sibuk ya? Mungkin. Malam
ini, entah kenapa di tengah malam yang sunyi,
senyap, dinginnya udara serta heningnya malam aku sangat ingin bertemu
denganmu. Terdengar aneh, memang. Ingatkah kau kapan kita terakhir bertemu? Emm,
mungkin kau tak ada waktu untuk mengingatnya.. ya sudah biar aku saja yang
mengingatkan. Kita terakhir bertemu tanggal 03 Juni 2013 di ruang BK SMA dan
hari itulah aku terakhir ngobrol sama kamu.
Kak, aku tahu Insya Allah dua hari lagi kau pulang. Perpaduan antara
senang dan lega menyelimuti diriku sampai tak terasa ada buliran bening
menetes. Aku memang bukan siapa siapa bagimu, namun bagiku kau adalah
inspirator ku. Aku menunggumu kembali. Cepatlah kau pulang karena aku sudah tak
sabar untuk meluapkan segala kisah ku selama aku di kota Metropolitan.
Tahukah kau apa yang ku pikirkan malam ini?
Aku teringat kenangan kebersamaan kita. Jika ada orang yang
bertanya padaku “Dimanakah tempat yang pernah kau kunjungi dan kau sangat
merasa nyaman?” .. Pasti aku akan menjawab “Telaga Ngebel”. Ya di sana kak,
kita kesana tepat 8 hari setelah ulang tahunmu dan 5 hari setelah ulang
tahunku. Hari itu sangatlah istimewa bagiku. Aku dan dirimu duduk berdua di
pinggir danau, ditemani pemndangan pepohonan hijau yang rimbun, air danau yang
jernih dan juga udara yang sangat segar. Kita mulai membicarakan langkah
kedepan setelah pengumuman SNMPTN. Awalnya aku sangat antusias, namun setelah
tahu jika kau akan pergi jauh pikiran ku langsung melayang tak karuan. Namun ku
coba untuk tetap positif thingking “masih planing kita belum lihat hasil” dan
lagipula kau akan mengambil langkah itu demi membahagiakan Ibumu.. Subhanallah,
semakin bangga pada dirimu..
Aku tahu banyak orang yang berfikiran jika hubungan kita lebih
dari sahabat. Awalnya aku takut kamu akan menjauhi aku, tapi ternyata aku
salah. Alhamdulillah sampai detik ini Allah masih menjaga silaturahmi kita yang
InsyaAllah akan semakin erat meskipun jarak dan waktu membatasi kita.
Malam ini aku lebih banyak diam dan merenung. Terlalu banyak
kenangan kita yang terlintas dalam ingatanku. Saat hari wisuda, saat kau ganti
nomor telepon, saat ulang tahunmu, saat kau sakit, saat aku sakit, saat aku menangis,saat
aku bertarung di SBMPTN bahkan saat kita sudah terpisah jauh semua perhatianmu
masih ku ingat dan tersimpan rapi dalam memori. Sungguh, semua itu ku rindukan.
Jauh aku merantau tak ada satupun yang seperti mu, kau satu dan hanya dirimu.
Kak, tetaplah menjadi kakakku yang seperti dulu. Selalu ada
saat aku senang maupun sedih, selalu memberi ketenangan dengan senyum simpul,
selalu terbuka dan pastinya perhatian dengan caramu sendiri.
I’m waiting you back home :=)
Salam,
Bawel.
^^
Jumat, 08 November 2013
Workshop Pendidikan
03.58
No comments
Berjumpa lagi dengan hari Sabtuuu ^^. Ya,
Sabtu ini sangat dinanti-nanti karena sekian lama tak bertemu Om Jay rasanya
ada yang kurang .. hehehe.. hari ini bisa dikatakan pertemuan terakhir antara
PKB dengan Om Jay di Kampus B. Karena Sabtu depan semua anak MIPA akan menerima
materi terakhir Olimpish di Taman Mini
Indonesia Indah (TMII). Materi yang hari
ini disampaikan Om Jay adalah “WORKSHOP KETRAMPILAN PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN
OLIMPISHME (UNTUK PERSIAPAN PRAKTIK LAPANGAN)”.
Langsung saja ini dia resume nyaaa....
WORKSHOP
KETRAMPILAN PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN OLIMPISHME
Tujuan
Workshop :
Meningkatkan
wawasan dan kompetensi para mahasiswa sebagai calon Fasilitator dalam hal :
- Kemampuan merencanakan dan mengembangkan program pelatihan/fasilitasi penanaman nilai-nilai Olimpisme sesuai kebutuhan dengan berbagai latar belakang peserta.
- Mampu mensosialisasi
& memfasilitasi program penanaman nilai-nilai Olimpisme secara efektif sesuai
prinsip dan konsep belajar mengajar /fasilitasi yang tepat dan efektif .
1.
Pentingnya
Saling mengenal
Saling megenal antar peserta sangat penting dala proses penanaman nilai-nilai olimpishme, dikarenakan :
a. Keterbukaan akan mempermudah proses belajar Suasana Informal menciptakan
b. lingkungan belajar yang kondusif dan lebih produktif
c. Mengenal seseorang adalah bentuk dari penghargaaan terhadap orang lain.
Saling megenal antar peserta sangat penting dala proses penanaman nilai-nilai olimpishme, dikarenakan :
a. Keterbukaan akan mempermudah proses belajar Suasana Informal menciptakan
b. lingkungan belajar yang kondusif dan lebih produktif
c. Mengenal seseorang adalah bentuk dari penghargaaan terhadap orang lain.
2.
Teori/Konsep
Belajar Mengajar
Pengertian Belajar Mengajar :
Belajar adalah suatu proses mengubah perilaku melalui aktivitas atau kegiatan yang dapat menambah, mengubah dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dua konsep dasar dalam pendekatan belajar mengajar berdasarkan objek/peserta yaitu :
a. PAEDAGOGI
Ilmu dan seni dalam mengajar anak .
>Proses belajar mengajar dari orang tua (guru) kepada anak (murid)
>Tujuan proses bersifat mentransmisikan pengetahuan
>Dititikberatkan pada pengetahuan / konsep / teori (knowledge), bukan kepada ketrampilan (skill) atau sikap (attitude)
>Hasil pendidikan sepenuhnya tanggung jawab orang tua / guru
>Bantuan guru terhadap murid sangat dominan, mengingat murid dianggap mempunyai kepribadian yang sangat tergantung kepada pihak lain.
b. ANDRAGOGI
Ilmu dan seni dalam membantu orang dewasa belajar.
Hasil belajar : "perubahan perilaku setelah proses belajar”
Prinsip belajar bagi orang dewasa adalah :
>Belajar bila merasa “ perlu “.
>Belajar sambil bekerja.
>Materi realistis dan relevan dengan kebutuhan.
>Menghubungkan materi dengan pengalamannya.
>Membutuhkan lingkungan yang informal dan kondusif (pendekatan simulasi) .
Pengertian Belajar Mengajar :
Belajar adalah suatu proses mengubah perilaku melalui aktivitas atau kegiatan yang dapat menambah, mengubah dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dua konsep dasar dalam pendekatan belajar mengajar berdasarkan objek/peserta yaitu :
a. PAEDAGOGI
Ilmu dan seni dalam mengajar anak .
>Proses belajar mengajar dari orang tua (guru) kepada anak (murid)
>Tujuan proses bersifat mentransmisikan pengetahuan
>Dititikberatkan pada pengetahuan / konsep / teori (knowledge), bukan kepada ketrampilan (skill) atau sikap (attitude)
>Hasil pendidikan sepenuhnya tanggung jawab orang tua / guru
>Bantuan guru terhadap murid sangat dominan, mengingat murid dianggap mempunyai kepribadian yang sangat tergantung kepada pihak lain.
b. ANDRAGOGI
Ilmu dan seni dalam membantu orang dewasa belajar.
Hasil belajar : "perubahan perilaku setelah proses belajar”
Prinsip belajar bagi orang dewasa adalah :
>Belajar bila merasa “ perlu “.
>Belajar sambil bekerja.
>Materi realistis dan relevan dengan kebutuhan.
>Menghubungkan materi dengan pengalamannya.
>Membutuhkan lingkungan yang informal dan kondusif (pendekatan simulasi) .
>Tertarik
billa materi menarik (dituntut optimalisasi
media belajar yang optimal).
DUA KONSEP DASAR
DALAM PENDEKATAN BELAJAR-MENGAJAR BERDASARKAN PROSESNYA
a. “CONCEPTUAL LEARNING”
lebih menitik
beratkan pada pemahaman filosofis/ konsep/nilai dari materi pelajaran yang di
berikan
b. “EXPERIENTIAL LEARNING”
lebih menitik
beratkan pada proses pemberian pengalaman nyata (fasilitasi), dengan harapan
materi pelajaran yang diberikan dapat segera di pahami dan di terapkan dalam
kehidupan sehari hari.
Experiential Learning diterapkan untuk mengembangkan pengetahuan,
ketrampilan dan sikap, yang berbasis pada “kesadaran berpikir” peserta tentang
apa yang telah dialami.
Empat elemen dalam pelatihan berbasis experiential learning adalah :
1. Adanya tindakan / pengalaman.
2. Adanya proses refleksi / pendalaman tentang apa yang
telah dilakukan.
3. Adanya transfer, dari refleksi pengalamannya selama
pelatihan ke dalam kehidupan nyata.
4. Adanya kesinambungan prilaku dalam jangka panjang.
3.
PERAN
FASILITATOR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Dalam konteks belajar-mengajar menggunakan metode/fasilitasi simulasi/experiential learning, pengajar lebih tepat disebut sebagai fasilitator, karena fungsinya “hanya” pemberi informasi dan pemudah terjadinya proses belajar-mengajar.
Di sisi lain, seorang fasilitator mempunyai tugas lebih menantang dari sekedar menyampaikan materi, yaitu merencanakan & membangun situasi kelas yang kondusif, serta membimbing & memotivasi warga belajar agar selalu siap melakukan perubahan positif.
A. TAHAPAN PROSES FASILITASI
1. Proses Tee-Up, yakni memberikan Instruksi/ penjelasan/prosedur secara rinci untuk melaksanakan simulasi.
Catatan : Bukan menjelaskan tujuan / poin belajar
2. Debriefing, yakni pembahasan/penjelasan makna simulasi melalui diskusi interaktif, dimana diharapkan peserta sendiri yang lebih aktif dalam mengambil kesimpulan dari proses simulasi.
Catatan : Debriefing biasanya dilakukan pada akhir simulasi, namun bila diperlukan dapat dilakukan pada tengah simulasi (misal : peserta belum mampu menyelesaikan simulasi, sesuai waktu yang dialokasikan).
Dalam metode ini dikenal istilah 4F, yaitu :
1. FACT
Menggali dari peserta tentang apa yang telah dialaminya.
2. FEELING
Menggali proses psikologis peserta selama simulasi.
3. FINDING
Membimbing peserta untuk menemukan “makna” sebuah peristiwa / simulasi.
3. FUTURE (What’s next ?)
Membimbing peserta untuk mempunyai komitmen dalam mengaplikasikan nilai positif yang didapatkannya di situasi nyata.
Dalam konteks belajar-mengajar menggunakan metode/fasilitasi simulasi/experiential learning, pengajar lebih tepat disebut sebagai fasilitator, karena fungsinya “hanya” pemberi informasi dan pemudah terjadinya proses belajar-mengajar.
Di sisi lain, seorang fasilitator mempunyai tugas lebih menantang dari sekedar menyampaikan materi, yaitu merencanakan & membangun situasi kelas yang kondusif, serta membimbing & memotivasi warga belajar agar selalu siap melakukan perubahan positif.
A. TAHAPAN PROSES FASILITASI
1. Proses Tee-Up, yakni memberikan Instruksi/ penjelasan/prosedur secara rinci untuk melaksanakan simulasi.
Catatan : Bukan menjelaskan tujuan / poin belajar
2. Debriefing, yakni pembahasan/penjelasan makna simulasi melalui diskusi interaktif, dimana diharapkan peserta sendiri yang lebih aktif dalam mengambil kesimpulan dari proses simulasi.
Catatan : Debriefing biasanya dilakukan pada akhir simulasi, namun bila diperlukan dapat dilakukan pada tengah simulasi (misal : peserta belum mampu menyelesaikan simulasi, sesuai waktu yang dialokasikan).
Dalam metode ini dikenal istilah 4F, yaitu :
1. FACT
Menggali dari peserta tentang apa yang telah dialaminya.
2. FEELING
Menggali proses psikologis peserta selama simulasi.
3. FINDING
Membimbing peserta untuk menemukan “makna” sebuah peristiwa / simulasi.
3. FUTURE (What’s next ?)
Membimbing peserta untuk mempunyai komitmen dalam mengaplikasikan nilai positif yang didapatkannya di situasi nyata.
Sekian resume kali ini, sampai jumpa Sabtu
9 November 2013 di Istana Anak-Anak Taman Mini Indonesia Indah ^^
Jumat, 01 November 2013
Salam Perubahan
08.26
No comments
Salam Perubahan J
Tak terasa,
bertemu kembali dengan hari Sabtu.. Pastinya bertemu kembali dengan mata kuliah
yang sangat mengasyikan, Olimpishme. Ya ,olimpishme sangatlah mengasyikan.. tapi untuk minggu ini terasa ada yang beda..
ada apa ituuuu ?? ada yang beda dan kurang ketika Omjay tidak ada.. karena ada
tugas dan kepentingan yang lain Om jay terpaksa harus digantikan Pak Andos..
tapi tak apalah untuk sekali saja..
hehehe
Pagi ini,
tepatnya pagi menjelang siang kami
memulai perkuliahan.. Namun, untuk pertemuan kali ini sangatlah berbeda dengan
pertemuan-pertemuan sebelumnya.. bukan hanya karena Omjay digantikan Pak Andos,
akan tetapi kami anak-anak jurusan kimia dijadikan satu dalam sebuah ruangan. Suasana
seperti merasakan MPA lagi.. hehehe
Pertemuan kali
ini membahas dua pokok bahasan, yaitu “Penanaman Olimpishme untuk Membangun
Semangat Perubahan” dan “Penanaman Olimpishme
untuk Membangun Lingkungan Pendidikan yang Kondusif”.. Langsung saja inilah
resume materinyaa....
cekidot ===========è
cekidot ===========è
PENANAMAN OLIMPISHME UNTUK MEMBANGUN
SEMANGAT PERUBAHAN
Perubahan ,
sering kita mendengar kata ini. Namun tak banyak orang yang faham apa makna
sebenarnya dari perubahan itu. Perubahan bisa kita lihat dari dua segi, yang pertama
segi fisik yaitu menunjukkan adanya metamorfosa dari kecil menjadi bentuk yang
lebih dewasa dan yang kedua dari segi psikologis yaitu adanya keinginan atau
dorongan dalam jiwa untuk menjadi lebih baikdari sebelumnya. Perubahan terjadi
secara menyeluruh dan mendunia, baik sektor ekonomi, teknologi,politik maupun
sosial budaya.
Perubahan terjadi
dari waktu ke waktu. Di negara Indonesia misalnya bisa kita lihat dalam bidang
kekayaan, kemajuan teknologi dan globalisasi. Dari abad 18 sampai abad 21
menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Pada abad 18 disebut juga Era
Pertanian, diama orang-orang fokus pada pengolahan sawah. Profesi mayoritas
penduduk adalah sebagai petani. Pada abad 19 disebut juga era industri dimana para
penduduk sebagian mulai beralih bekerja di pabrik. Tenaga manusia mulai
digantikan dengan tenaga mesin. Pada abad 20 disebut juga Era Pengetahuan,
dimana IPTEK mulai berkembang. Dan pada abad 21 disebut Era Konseptual dimana
pecinta dan pesimpati sangat berpengaruh. Selain IPTEk di era globalisasi ini
pengetahuan dan kreativitas serta inovasi merupakan modal utama bagi
masyarakat.
Kondisi
lingkungan bisnis masa lalu dan masa sekarang sangatlah berbeda. Di masa lalu
kondisi bisnis sangatah stabil, tenang dan terprediksi. Namun pada masa
sekarang kondisi bisnis sudah berubah menjadi komplek, dinamis dan sulit
terprediksi. Bagi mereka yang kuat mereka akan bisa bertahan dalam persaingan,
tapi bagi mereka yang lemah mereka akan tenggelam dengan prestaasi dari mereka
yang kuat. Secara singkat, tingkat kemampuan bertahan mereka terletak pada
kemampuan mereka dalam mengahdapi perubahan dan beradaptasi dengan lingkungan
barunya tersebut.
Perubahan itu
bersifat pasti dan harus diantisipasi. Pasti karena setiap manusia mengalaminya.
Prubahan bisa datang kapan saja dan pada semua aspek kehidupan kita. Pasti datangnya dan hanya antisipasi yang
bisa kita lakukan. Antisipasi terhadap semua kemungkinan yang akan terjadi. Perubahan
ini ada yang sifatnya positif yaitu memberi peluang untuk maju, tetapi juga
bersifat negatif yaitu bisa menyingkirkan bagi siapa yang tidak bisa
beradaptasi dengannya.
Beberapa pandangan
mendasar tentang menyikapi suatu perubahan yaitu :
a) Brain power lebih berguna daripada brute
power.
b) Menurut Jhon Schuly “kekayan alam tidak
lagi bersumber pada kekayaan alam tetapi pada kekayaan pola pikir.
c) Peter Drucker “Sebenarnya tidak ada negara
yang bangkrut,yang ada adlah negara yang tersingkir”.
d) Brian tracy “Know more lebih berperan
daripada have more”.
Selain dari
orang-orang bijak, kitab suci pun sudah memberi peringatan akan adanya
perubahan di dunia.
MEMAHAMI PROSES
PERUBAHAN
Secara umum, ada
sifat manusia dalam menghadapi perubahan :
a) Antisipatif
b) Reaktif
c) Terpaksa
DAMPAK TERHADAP NEGARA
YANG TIDAK CEPAT MENGIKUTI TUNTUATAN PERUBAHAN
•
Tertinggal dan cenderung
banyak kemiskinan
•
Tidak mampu bersaing & bergantung pada
negara lain
•
Tingkat ekonomi dan sosial masyarakat merosot
•
Kurang memiliki peran di dunia Internasional
•
Tingkat kompetensi sumberdaya manusia rendah
•
Miskin prestasi, kreatif dan inovasi
MEMBANGUN SEMANGAT UNTUK BERUBAH MELALUI PENANAMAN OLIMPISME
Keyakinan adalah yang mendasari perubahan.Olympism adalah dasar
fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan
mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan
rohani (kemauan, moral dan kecerdasan)
serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan,
sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan
pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai nilai pendidikan yang baik dan
penghargaan pada perinsip perinsip etika yang
Tujuan Olympism adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis
dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dengan
saling menghormati. Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara
sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait
menciptakan kegiatan-kegiatan dalam
usaha membangun perdamaian yang abadi.
(Tercantum Dalam Olympic
Charter)
MOTTO OLIMPIADE MERUPAKAN KRITERIA MANUSIA PEMBELAJAR
YANG SUKSES
CITIUS, ALTIUS, FORTHIUS.
Everybody thinks of changing the
world, but nobody thinks of changing him / herself.
A real man are not afraid to change.
Nah, ini dia
akhir dari resume materi delapan.. eits.. tapi tunggu dulu, masih ada satu
materi lagi..
PENANAMAN OLIMPISME
UNTUK MEMBANGUN LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG KONDUSIF
Dunia
pendidikan telah mengalami banyak perubahan,karena SDM saat ini dituntut untuk
memiliki pengetahuan/wawasan global yang tinggi. Selain itu pengetahuan dan
keterampilan dalam bidang IPTEK dan juga sikap disiplin,jujur serta inovatif.
Karena soft skill merupakan modal utama dalam dunia pekerjaan.
Telah terjadi gap
besar antara pendidikan dengan lingkungan eksternal, diantara nya :
Proses Pendidikan :
a) Orientasi
terhadap pengembangan intelektual
(intellectual development)
b) Penyiapan untuk
menghadapi masalah yang sederhana
c) Pembentukan
sikap-sikap dasar “normatif” (etika, sopan - santun, disiplin,
birokratis)
d) Pola hubungan
lebih formal, satu arah
dan otokratis.
e) “sukses” » “hasil/ prestasi belajar”
f) Menekankan “hard skill”
Lingkungan Eksternal :
a) Orientasi terhadap “human development “ (intelektual
, ketrampilan dan moral & periaku profesional ).
b) Masalah yang dihadapi lebih “complex”, yang
memerlukan ketangguhan daya nalar, fisik
dan psikis.
c) Sikap - sikap
profesional (kejujuran, adil,
respek, keunggulan).
d) Pola hubungan informal, persahabatan, saling memahami, kedamaian,leadership)
e) “sukses” » “hasil
prestasi/karya total”
f) menekankan pada “soft skill”
DAMPAK YANG DITIMBULKAN
- Kompetensi SDM Indonesia kurang “competitive” pada berbagai sektor,
baik pada sekala regional maupun internasional.
- SDM Indonesia tidak memiliki sikap profesional, kurang memiliki daya
juang dan moral-moral mulia seperti kejujuran,saling menghargai &
sportifitas.
- SDM Indonesia kurang siap memenuhi kebutuhan industri/usaha yang
saat ini terus berkembang begitu pesat.
- Kondisi ekonomi Indonesia akan makin terpuruk, pada berbagai
aspek,baik pada sekala mikro maupun makro
Pengertian
Lingkungan Pendidikan Yang Kondusif
Lingkungan sistem pendidikan yang terdiri dari unsur
sekolah, kurikulum, guru, anak didik, orang tua dan lingkungan masyarakat,
dimana hasil sistem pendidikan tersebut sejalan ( kondusif ) dengan tuntutan
& kebutuhan lingkungan eksternal ( misalnya : persiapan menghadapi globalisasi, kompetisi) ( Platform Pendidikan Nasional di
Singapura )
Adanya lingkungan pendidikan yang kondusif (memberikan
kesempatan siswa untuk mengembangkan diri secara utuh baki hard skill maupun
soft skillnya) merupakan prasyarat mutlak,
untuk menghadapi globalisasi ( Peter F. Drucker, Marketing Expert )
Adanya lingkungan pendidikan yang kondusif (memberikan
kesempatan siswa untuk mengembangkan diri secara utuh baki hard skill maupun
soft skillnya) merupakan prasyarat mutlak,
untuk menghadapi globalisasi ( Peter F. Drucker, Marketing Expert )
Upaya Menguragi
Gap Hasil Pendidikan Dengan Tuntutan Lingkungan Eksternal :
Mensinkronkan
arah pendidikan (secara makro/mikro) sesuai kebutuhan kompetensi yang
dibutuhkan lingkungan eksternal, dengan
penyusunan kurikulum yang relevan dengan kehidupan yang lebih riil, melalui :
- Pembekalan kepada siswa kompetensi SDM yang relevan (hard sklill +
soft skill)
- Penyiapan mental siswa menghadapi lingkungan kompetisi yang keras
dengan perubahan yang makin cepat.
- Pengembangan daya kreatif dan inovatif siswa agar mampu menyikapi
situasi & sumberdaya yang makin terbatas.
- Pembiasaan
diri dalam lingkungan global dan multi budaya (keterbukaan, interaksi
andragogi).
Upaya lain adalah
dengan memberikan pembekalan multi kompetensi kepada siswa.
PENANAMAN
NILAI-NILAI OLYMPISM
DI INSTITUSI PENDIDIKAN
MERUPAKAN PENDEKATAN YANG
EFEKTIF DALAM MENGEMBANGKAN “SOFT SKILL“ SISWA
Olimpishme merupakan :
•
Suatu filsafat kehidupan,
yang menyatukan dan menyeimbangkan badan yang sehat dengan kemauan dan kecerdasan.
•
Kesatuan antara olahraga,
kebudayaan dan pendidikan
Olympism = Sport + Culture + Education
•
Gerakan olahraga selain
mengembangkan pola hidup yang sehat, Juga merupakan suatu cara
untuk menggembirakan diri dan meningkatkan
mutu dan nilai pendidikan.
OLAHRAGA SEBAGAI ”SEKOLAH UNTUK KEHIDUPAN”
Olahraga yang dilakukan melalui perancangan dan palaksanaan yang benar
merupakan sekolah yang baik bagi kehidupan masa sekarang dan masa depan, oleh
karena itu olahraga yang dimulai sejak
anak-anak berada di sekolah dasar yang dikenal dengan istilah mata palajaran
pendidikan jasmani haruslah mendapat perhatian dan ditunjang dengan segala
aspek yang diperlukan.
Keterampilan yang diperolah melalui berbagai macam partisipasi dalam
permainan merupakan dasar perkembangan manusia secara keseluruhan. Keterampilan
tersebut dapat berupa kerja sama, percaya dan harga diri yang merupakan
faktor-faktor penting yang mendasar untuk membentuk pribadi manusia agar mereka
dapat dan mampu berpikir dan berbuat untuk kepentingan dirinya, masyarakat,
negara, bangsa dan dunia (kepentingan masa depannya)
(Prof. Imam Suyudi:
PakarOR/ Mantan Direktur National
Olympic Academic Of Indonesia )
7 KOMPONEN STANDAR DARI
SASARAN PEMBENTUKAN MORAL DALAM OLYMPISM
(TERCANTUM DALAM PIAGAM OLIMPIADE)
(TERCANTUM DALAM PIAGAM OLIMPIADE)
- Kesempurnaan Dalam Performansi (Excellence in performance)
- Berpartisi Dengan Kegembiraan & Kesenangan (Joy and pleasure in
participation)
- Kejujuran dalam berkompetisi (Fairness of play)
- Rasa Hormat Terhadap Sesama (Respect for other nations, cultures,
religions, races and individuals)
- Pengembangan Kualitas Manusia (Human quality development)
- Belajar Secara Bersama & Terpadu (Leadership by sharing,
training, working and competing together )
- Kedamaian Antara Bangsa (Peaceful co-existence between different
nations peace)
PENANAMAN NILAI-NILAI
OLYMPISM DI
LINGKUNGAN PENDIDIKAN AKAN EFEKTIF
BILA DILAKSANAKAN SECARA
SISTEMATIS
- Merupakan bagian dari keseluruhan kurikulum pendidikan
- Menggunakan
metode “ proses dinamika kelompok “ atau
“quantum learning process”
KESIMPULAN :
-
Sistem pendidikan yang
kondusif yang menghasilkan multi kompetensi anak didik sangat diperlukan dalam
menghadapi era informasi/globalisasi
-
Nilai nilai olahraga
(Olympism) memiliki relevansi dan keterkaitan erat dengan tujuan dan visi
pendidikan yang kondusif.
- Penanaman Olympsm secara
terpadu dan konsisten pada lingkungan pendidikan, dapat mendukung terciptanya
output pendidikan (SDM) sesuai yang diharapkan .
- Diperlukan pengembangan
program program penanaman Olympism di lingkungan sekolah, dengan pendekatan
yang lebih kreatif ,inovatif, efisien dan efektif .
- Dukungan komitmen dari
berbagai pihak (Pemerintah,masyarakat, pelaku pendidikan dan pihak swasta) saat
ini sangat di perlukan untuk menghasilkan prestasi olah raga Indonesia yang
maksimal.
Nah, berakhirlah pertemuan hari ini.. dan tentunya selalu ada kuis.. J










