Translate

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Januari 2014

Your Smile is My Spirit

Your Smile is My Spirit
            Waktu yang bergulir tak akan pernah bisa kembali. Satu hal yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Itu yang seharusnya dilakukan, namun sayang tidak seperti yang aku lakukan. Satu minggu dia pulang hanya empat jam yang bisa ku manfaatkan. Kehidupan kadang seperti sebuah sinetron, adakalanya dia bersambung lalu mulai lagi episode baru. Dan bagiku pertemuan kemarin adalah awal dari episode baru. Episode kedua.
            Kenapa episode kedua? Karena bagiku kebersamaan ku selama 3 tahun kemarin adalah episode pertama. Dimana aku benar-benar merasakan kehadiran sesosok orang yang bisa ku percaya penuh. Dia lah sahabat baikku yang Allah turunkan untuk menemaniku sampai akhir SMA. Setelah SMA Allah berkata lain. Takdir memisahkan kami namun Allah selalu menjaga ukhuwah diantara kami. Tujuh bulan lamanya kami tak bertemu, alhamduillah kemarin diberi empat jam yang sangat luar biasa untuk kembali bersapa ria.
Tujuh bulan dibayar dengan empat jam? Tak adil memang. Tapi setidaknya ada senyum simpul yang hadir di tengah-tengah pertemuan kemarin. Sesimpul senyum yang penuh ketenangan. Mungkin hanya aku yang merasakan itu, tapi memang senyum itu yang sebenarnya aku tunggu selama ini. Empat jam pemutus episode pertama ku penuhi dengan rasa gado-gado. Begitu banyak hal yang berkecamuk dalam benakku. Ada senang, sedih, keppo, gelisah dan entah sampai aku tak tau istilahnya. Memang ini sebuah pertemuan, tapi besok dia sudah kembali ke Ponpes. Pertemuan atau perpisahan ini?. Oh Ya Allah, berat sekali rasanya ingin mengungkapkan semua gundah ku ini.
Dan seperti biasanya, setelah bertemu dengannya aku selalu sedih. Sedih karena harus berpisah lagi. Tapi aku akan semakin sedih kalau dia tak cepat kembali ke Ponpes. Karena pulangnya dia kemarin adalah karena permintaanku. Dan karena permintaan konyol ku itu dia tertinggal banyak materi di pondok.
Malam yang sunyi menambah melayang pikiranku. Tak terasa ada buliran bening menetes di pipi. Ku rasa ada yang mengganjal dalam hatiku. Seperti rasa tak rela kehilangan. Bukan, sebenarnya bukan kehilangan. Hanya berpisah sementara. Hanya satu hal yang membuatku tenang, yaitu membaca kembali kata-kata yang pernah dia buat khusus untuk menenangkan ku ketika perpisahan pertama dahulu.
"Don't sad my Sister, I'il always beside you"
Sejauh manapun Aku pergi, aku akan tetap di sampingmu. Sepedih apapun perasaanmu, aku akan terus menghiburmu. Sampai kamu bisa tersenyum cerah kembali.
Karena Kakakmu tidak mau melihat Adiknya sedih dan menangis.
"Because, you're my Sister"
Sepenggal kalimat itu mampu menyejukkan jiwa yang gundah. Setiap kali kesedihan melanda aku selalu membaca kalimat itu. Dan dia pun menepati janji nya. Dia hadir saat aku membutuhkan sandaran. Saat aku buntu tak tahu harus kemana, buntu karena gelapnya jalan, dia hadir bagai lentera yang menerangiku. Cerahnya kehadiran dirinya disertai dengan nasihat-nasihat yang begitu luar biasa. Ini salah satu nasihat yang masih ku simpan rapi dalam memori ku.
“Mungkin awalnya terasa sulit dan berat, tapi lambat laun semuanya pasti akan terbiasa.
carilah sesuatu yang pernah membuatmu bahagia saat kamu berhasil mendapatkannya di tempat dimana saat ini kamu berada. Jadikan sebuah kenangan manis kecil itu sebagai obat kerinduanmu saat kamu tengah mengalami hal yang membuatmu untuk pulang walaupun kenangan kecil itu tak sebanding dengan yang pernah kamu dapatkan di kampung dulu.
Ibarat orang yang sakit walaupun diobati dengan apapun tidak akan pernah sembuh jika dia tidak yakin dengan kesembuhannya. padahal seseorang itu tidak perlu obat apapun,karena yang ia butuhkan adalah yakin dengan dirinya sendiri bahwa kesembuhan akan berhasil ia temukan dari dalam hatinya sendiri, bukan dari obat, dan bukan dari orang lain. hanya sebab dirinya sendiri ia berhasil sembuh dari rasa sakit yang ia rasakan.”
Sedikit yang ingin ku sampaikan. Terima kasih telah mau menjadi sahabat baikku selama ini. Tetaplah menjadi sahabat ku sampai kapanpun. Jangan pernah bosan mendengar ocehan-ocehan ku. Adikmu ini memang bawel, tak ada tandingannya.. tapi asal kau tahu, hanya untuk kakakku aku bawel seperti itu .. hehe

Teruslah tersenyum kakak.. karena senyummu adalah semangatku..

Rabu, 22 Januari 2014

Oase Hari Ini

Oase Hari Ini
Pagi ini cerah, secerah hatiku tentunya. Tak lain dan tak bukan juga tak lepas dari apa yang akan ku alami hari ini. Sebuah momen yang telah lama ku tunggu, momen yang terakhir ku alami sekitar tujuh bulan yang lalu. Momen yang sangat ku rindukan. Momen apalagi selain berkumpul bersama sahabat lama.
            Hari ini aku bertemu dengan dia. Orang yang sangat ku tunggu kehadirannya. Setelah kelulusan SMA kami berpisah. Aku kuliah di Jakarta dan dia menekuni agama di salah satu Pesantren Boyolali. Meskipun ‘dunia’ kami berbeda namun komunikasi kami tak pernah putus. Dia, orang yang sangat spesial untukku. Bukan pacar, tapi sahabat. Sahabat yang sudah ku anggap seperti kakak kandung ku.
            Tak banyak yang berubah dari fisiknya. Dia tetap seperti dahulu. Namun sungguh takjub dengan pertambahan ilmu nya. Apa yang dia dapatkan di pondok sungguh menambah kekaguman ku. Hampir aku meneteskan air mata, namun masih dapat ku tahan semua itu. Senyum simpulnya sangat menyejukkan, bagaikan hujan yang turun di padang pasir. Dan itulah yang membuat ku selalu merasa tenang , nyaman juga betah di dekatnya.
            Pertemuan kami sangat singkat. Tak banyak juga yang sempat kami obrolkan. Kata terakhir yang mampu ku ucap hanyalah “hati-hati”. Ya , karena besok dia sudah kembali ke pondoknya. Sedih? Pasti. Ini sudah kedua kalinya dia berpamitan namun tetap saja Aku merasa kehilangan padahal setiap minggu masih bisa berkomunikasi.
            Namun, aku tak mau menjadi beban untuk kakakku. Kepulangannya kali ini pun dia izin pada pihak pondok karena memang dia tak ada libur. Izinnya kali inipun membuat dia ketinggalan banyak hafalan dan hadits. Aku jadi tak enak. Dia pulang karena tau aku pulang juga. Entahlah, kenapa dia sampai rela ketinggalan seperti ini. *bigask*
            Setidaknya, melihatnya hari ini saja sudah memberi ku semangat tersendiri. Bagai mentari di musim dingin. Bagai rembulan di tengah malam. Dia telah memberi oase yang cerah di tengah mendungnya hari ini. Warna yang indah dan semangat baru untuk jiwa ku. Kak, ingatkan akan janji mu? Sejauh apapun jarak diantara kita kau akan tetap menjadi kakakku dan aku akan tetap menjadi adik mu..

            Terima kasih untuk hari ini. Semoga Allah mempertemukan kita lagi. Jaga baik-baik dirimu. Hanya doa yang bisa ku beri.

-F-

Rabu, 15 Januari 2014

Dear Kakak

Sedikit ocehan malam ini, hanya bisa terungkap lewat tulisan karena kata tak mampu terucap.
^^
Dear Kakak,
Selamat malam yang  jauh  di sana. Tak mampu raga menyapa namun doa akan tetap tercurah.
Hai, Mr.Misterius sedang apa dirimu? Sibuk ya? Mungkin. Malam ini, entah kenapa di tengah malam yang  sunyi, senyap, dinginnya udara serta heningnya malam aku sangat ingin bertemu denganmu. Terdengar aneh, memang. Ingatkah kau kapan kita terakhir bertemu? Emm, mungkin kau tak ada waktu untuk mengingatnya.. ya sudah biar aku saja yang mengingatkan. Kita terakhir bertemu tanggal 03 Juni 2013 di ruang BK SMA dan hari itulah aku terakhir ngobrol sama kamu.
Kak, aku tahu Insya Allah dua hari lagi kau pulang. Perpaduan antara senang dan lega menyelimuti diriku sampai tak terasa ada buliran bening menetes. Aku memang bukan siapa siapa bagimu, namun bagiku kau adalah inspirator ku. Aku menunggumu kembali. Cepatlah kau pulang karena aku sudah tak sabar untuk meluapkan segala kisah ku selama aku di kota Metropolitan.
Tahukah kau apa yang ku pikirkan malam ini?
Aku teringat kenangan kebersamaan kita. Jika ada orang yang bertanya padaku “Dimanakah tempat yang pernah kau kunjungi dan kau sangat merasa nyaman?” .. Pasti aku akan menjawab “Telaga Ngebel”. Ya di sana kak, kita kesana tepat 8 hari setelah ulang tahunmu dan 5 hari setelah ulang tahunku. Hari itu sangatlah istimewa bagiku. Aku dan dirimu duduk berdua di pinggir danau, ditemani pemndangan pepohonan hijau yang rimbun, air danau yang jernih dan juga udara yang sangat segar. Kita mulai membicarakan langkah kedepan setelah pengumuman SNMPTN. Awalnya aku sangat antusias, namun setelah tahu jika kau akan pergi jauh pikiran ku langsung melayang tak karuan. Namun ku coba untuk tetap positif thingking “masih planing kita belum lihat hasil” dan lagipula kau akan mengambil langkah itu demi membahagiakan Ibumu.. Subhanallah, semakin bangga pada dirimu..
Aku tahu banyak orang yang berfikiran jika hubungan kita lebih dari sahabat. Awalnya aku takut kamu akan menjauhi aku, tapi ternyata aku salah. Alhamdulillah sampai detik ini Allah masih menjaga silaturahmi kita yang InsyaAllah akan semakin erat meskipun jarak dan waktu membatasi kita.
Malam ini aku lebih banyak diam dan merenung. Terlalu banyak kenangan kita yang terlintas dalam ingatanku. Saat hari wisuda, saat kau ganti nomor telepon, saat ulang tahunmu, saat kau sakit, saat aku sakit, saat aku menangis,saat aku bertarung di SBMPTN bahkan saat kita sudah terpisah jauh semua perhatianmu masih ku ingat dan tersimpan rapi dalam memori. Sungguh, semua itu ku rindukan. Jauh aku merantau tak ada satupun yang seperti mu, kau satu dan hanya dirimu.
Kak, tetaplah menjadi kakakku yang seperti dulu. Selalu ada saat aku senang maupun sedih, selalu memberi ketenangan dengan senyum simpul, selalu terbuka dan pastinya perhatian dengan caramu sendiri.
I’m waiting you back home :=)

Salam,
Bawel.

^^

Jumat, 08 November 2013

Workshop Pendidikan

Berjumpa lagi dengan hari Sabtuuu ^^. Ya, Sabtu ini sangat dinanti-nanti karena sekian lama tak bertemu Om Jay rasanya ada yang kurang .. hehehe.. hari ini bisa dikatakan pertemuan terakhir antara PKB dengan Om Jay di Kampus B. Karena Sabtu depan semua anak MIPA akan menerima materi terakhir  Olimpish di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Materi  yang hari ini disampaikan Om Jay adalah “WORKSHOP KETRAMPILAN PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN OLIMPISHME (UNTUK PERSIAPAN PRAKTIK LAPANGAN)”.
Langsung saja ini dia resume nyaaa....
                                    
WORKSHOP KETRAMPILAN PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN OLIMPISHME
Tujuan Workshop :
Meningkatkan wawasan dan kompetensi para mahasiswa  sebagai calon Fasilitator dalam hal :
  1. Kemampuan merencanakan dan mengembangkan program pelatihan/fasilitasi penanaman nilai-nilai Olimpisme sesuai kebutuhan dengan berbagai latar belakang peserta.
  2. Mampu mensosialisasi & memfasilitasi program penanaman nilai-nilai Olimpisme secara efektif  sesuai prinsip dan konsep belajar  mengajar /fasilitasi yang tepat dan efektif .
1.     Pentingnya Saling mengenal
Saling megenal antar peserta sangat penting dala proses penanaman nilai-nilai olimpishme, dikarenakan :
a.
Keterbukaan akan mempermudah proses belajar Suasana Informal  menciptakan
b.
lingkungan belajar yang kondusif dan lebih produktif
c. 
Mengenal seseorang adalah bentuk dari penghargaaan terhadap orang lain.
2.    Teori/Konsep  Belajar Mengajar
Pengertian Belajar Mengajar :
Belajar adalah suatu proses mengubah perilaku melalui aktivitas atau kegiatan yang dapat menambah,  mengubah dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dua konsep dasar dalam pendekatan belajar  mengajar berdasarkan objek/peserta yaitu :
a.  PAEDAGOGI
Ilmu dan seni dalam mengajar anak .
>
Proses belajar mengajar dari orang tua (guru) kepada anak (murid)
>T
ujuan proses bersifat mentransmisikan pengetahuan
>D
ititikberatkan pada pengetahuan / konsep / teori (knowledge), bukan kepada ketrampilan (skill) atau sikap (attitude)
>H
asil pendidikan sepenuhnya tanggung jawab orang tua / guru
>B
antuan guru terhadap murid sangat dominan, mengingat murid dianggap mempunyai kepribadian yang sangat tergantung kepada pihak lain.
b.  ANDRAGOGI
Ilmu dan seni dalam membantu orang dewasa belajar.
H
asil belajar  : "perubahan perilaku setelah proses belajar”
Prinsip  belajar bagi orang dewasa adalah :
>
Belajar bila merasa “ perlu “.
>
Belajar sambil  bekerja.
>
Materi realistis dan relevan dengan kebutuhan.
>
Menghubungkan materi dengan pengalamannya.
>
Membutuhkan lingkungan yang informal dan kondusif (pendekatan simulasi) .
>Tertarik billa materi menarik (dituntut optimalisasi media  belajar yang optimal).

DUA KONSEP DASAR DALAM PENDEKATAN BELAJAR-MENGAJAR BERDASARKAN PROSESNYA
a.         “CONCEPTUAL LEARNING”
lebih menitik beratkan pada pemahaman filosofis/ konsep/nilai dari materi pelajaran yang di berikan
b.         “EXPERIENTIAL LEARNING”
lebih menitik beratkan pada proses pemberian pengalaman nyata (fasilitasi), dengan harapan materi pelajaran yang diberikan dapat segera di pahami dan di terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Experiential Learning diterapkan untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, yang berbasis pada “kesadaran berpikir” peserta tentang apa yang telah dialami.
Empat elemen dalam pelatihan berbasis experiential learning adalah :
1.     Adanya tindakan / pengalaman.
2.    Adanya proses refleksi / pendalaman tentang apa yang telah dilakukan.
3.    Adanya transfer, dari refleksi pengalamannya selama pelatihan ke dalam kehidupan nyata.
4.    Adanya kesinambungan prilaku dalam jangka  panjang.

3.    PERAN FASILITATOR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
D
alam konteks belajar-mengajar menggunakan  metode/fasilitasi simulasi/experiential learning, pengajar lebih tepat disebut sebagai fasilitator, karena fungsinya “hanya” pemberi informasi dan pemudah terjadinya proses belajar-mengajar.
Di sisi lain, seorang fasilitator mempunyai tugas lebih menantang dari sekedar menyampaikan materi, yaitu merencanakan & membangun situasi kelas yang kondusif, serta  membimbing & memotivasi warga belajar agar selalu siap melakukan perubahan positif.
A. TAHAPAN PROSES FASILITASI
1.
Proses Tee-Up, yakni memberikan Instruksi/ penjelasan/prosedur secara rinci untuk melaksanakan simulasi.
Catatan : Bukan menjelaskan tujuan / poin belajar
2. Debriefing, yakni pembahasan/penjelasan makna simulasi melalui diskusi interaktif, dimana diharapkan peserta sendiri yang lebih aktif dalam mengambil kesimpulan dari proses simulasi. 
Catatan : Debriefing biasanya dilakukan pada akhir simulasi, namun bila diperlukan dapat dilakukan pada tengah simulasi (misal : peserta belum mampu menyelesaikan simulasi, sesuai waktu yang dialokasikan).
Dalam metode ini dikenal istilah 4F, yaitu :
1.
FACT
Menggali dari peserta tentang apa yang telah dialaminya.
2.
FEELING
Menggali proses psikologis peserta selama simulasi.
3.
FINDING
Membimbing peserta untuk menemukan “makna” sebuah peristiwa / simulasi.
3.
FUTURE (What’s next ?)
Membimbing peserta untuk mempunyai komitmen dalam mengaplikasikan nilai positif yang didapatkannya di situasi nyata.


Sekian resume kali ini, sampai jumpa Sabtu 9 November 2013 di Istana Anak-Anak Taman Mini Indonesia Indah ^^

Jumat, 01 November 2013

Salam Perubahan

Salam Perubahan J
Tak terasa, bertemu kembali dengan hari Sabtu.. Pastinya bertemu kembali dengan mata kuliah yang sangat mengasyikan, Olimpishme. Ya ,olimpishme sangatlah mengasyikan..  tapi untuk minggu ini terasa ada yang beda.. ada apa ituuuu ?? ada yang beda dan kurang ketika Omjay tidak ada.. karena ada tugas dan kepentingan yang lain Om jay terpaksa harus digantikan Pak Andos.. tapi tak apalah untuk sekali saja..  hehehe
Pagi ini, tepatnya pagi menjelang  siang kami memulai perkuliahan.. Namun, untuk pertemuan kali ini sangatlah berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya.. bukan hanya karena Omjay digantikan Pak Andos, akan tetapi kami anak-anak jurusan kimia dijadikan satu dalam sebuah ruangan. Suasana seperti merasakan MPA lagi.. hehehe
Pertemuan kali ini membahas dua pokok bahasan, yaitu “Penanaman Olimpishme untuk Membangun Semangat Perubahan” dan “Penanaman  Olimpishme untuk Membangun Lingkungan Pendidikan yang Kondusif”.. Langsung saja inilah resume materinyaa....
cekidot ===========
è
PENANAMAN OLIMPISHME UNTUK MEMBANGUN SEMANGAT PERUBAHAN
Perubahan , sering kita mendengar kata ini. Namun tak banyak orang yang faham apa makna sebenarnya dari perubahan itu. Perubahan bisa kita lihat dari dua segi, yang pertama segi fisik yaitu menunjukkan adanya metamorfosa dari kecil menjadi bentuk yang lebih dewasa dan yang kedua dari segi psikologis yaitu adanya keinginan atau dorongan dalam jiwa untuk menjadi lebih baikdari sebelumnya. Perubahan terjadi secara menyeluruh dan mendunia, baik sektor ekonomi, teknologi,politik maupun sosial budaya.
Perubahan terjadi dari waktu ke waktu. Di negara Indonesia misalnya bisa kita lihat dalam bidang kekayaan, kemajuan teknologi dan globalisasi. Dari abad 18 sampai abad 21 menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Pada abad 18 disebut juga Era Pertanian, diama orang-orang fokus pada pengolahan sawah. Profesi mayoritas penduduk adalah sebagai petani. Pada  abad 19 disebut juga era industri dimana para penduduk sebagian mulai beralih bekerja di pabrik. Tenaga manusia mulai digantikan dengan tenaga mesin. Pada abad 20 disebut juga Era Pengetahuan, dimana IPTEK mulai berkembang. Dan pada abad 21 disebut Era Konseptual dimana pecinta dan pesimpati sangat berpengaruh. Selain IPTEk di era globalisasi ini pengetahuan dan kreativitas serta inovasi merupakan modal utama bagi masyarakat.
Kondisi lingkungan bisnis masa lalu dan masa sekarang sangatlah berbeda. Di masa lalu kondisi bisnis sangatah stabil, tenang dan terprediksi. Namun pada masa sekarang kondisi bisnis sudah berubah menjadi komplek, dinamis dan sulit terprediksi. Bagi mereka yang kuat mereka akan bisa bertahan dalam persaingan, tapi bagi mereka yang lemah mereka akan tenggelam dengan prestaasi dari mereka yang kuat. Secara singkat, tingkat kemampuan bertahan mereka terletak pada kemampuan mereka dalam mengahdapi perubahan dan beradaptasi dengan lingkungan barunya tersebut.
Perubahan itu bersifat pasti dan harus diantisipasi. Pasti karena setiap manusia mengalaminya. Prubahan bisa datang kapan saja dan pada semua aspek kehidupan kita.  Pasti datangnya dan hanya antisipasi yang bisa kita lakukan. Antisipasi terhadap semua kemungkinan yang akan terjadi. Perubahan ini ada yang sifatnya positif yaitu memberi peluang untuk maju, tetapi juga bersifat negatif yaitu bisa menyingkirkan bagi siapa yang tidak bisa beradaptasi dengannya.
Beberapa pandangan mendasar tentang menyikapi suatu perubahan yaitu :
a)    Brain power lebih berguna daripada brute power.
b)   Menurut Jhon Schuly “kekayan alam tidak lagi bersumber pada kekayaan alam tetapi pada kekayaan pola pikir.
c)    Peter Drucker “Sebenarnya tidak ada negara yang bangkrut,yang ada adlah negara yang tersingkir”.
d)   Brian tracy “Know more lebih berperan daripada have more”.
Selain dari orang-orang bijak, kitab suci pun sudah memberi peringatan akan adanya perubahan di dunia.
MEMAHAMI PROSES PERUBAHAN
Secara umum, ada sifat manusia dalam menghadapi perubahan :
a)    Antisipatif
b)   Reaktif
c)    Terpaksa
DAMPAK TERHADAP NEGARA  YANG TIDAK CEPAT MENGIKUTI TUNTUATAN PERUBAHAN   
•          Tertinggal dan cenderung banyak kemiskinan
•           Tidak mampu bersaing & bergantung pada negara lain
•           Tingkat ekonomi dan sosial masyarakat merosot
•           Kurang memiliki peran di dunia Internasional
•           Tingkat kompetensi sumberdaya manusia rendah
•           Miskin prestasi, kreatif dan inovasi
MEMBANGUN SEMANGAT UNTUK BERUBAH MELALUI PENANAMAN OLIMPISME
Keyakinan adalah yang mendasari perubahan.Olympism adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikan keseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani    (kemauan, moral dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan, sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai nilai pendidikan yang baik dan penghargaan pada perinsip perinsip etika yang
            Tujuan Olympism adalah menempatkan olahraga dimana saja sebagai wahana  pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam  usaha  membangun suatu masyarakat yang damai dengan saling menghormati. Untuk kepentingan ini gerakan olahraga berusaha secara sendiri-sendiri ataupun bekerjasama dengan organisasi yang terkait menciptakan  kegiatan-kegiatan dalam usaha membangun perdamaian yang abadi.
(Tercantum Dalam Olympic Charter)
MOTTO OLIMPIADE MERUPAKAN KRITERIA MANUSIA PEMBELAJAR YANG SUKSES
CITIUS, ALTIUS, FORTHIUS.
Everybody thinks of  changing the world, but nobody thinks of changing him / herself.
 A real man are not afraid to change.
Nah, ini dia akhir dari resume materi delapan.. eits.. tapi tunggu dulu, masih ada satu materi lagi..

PENANAMAN OLIMPISME  UNTUK MEMBANGUN LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG KONDUSIF
       Dunia pendidikan telah mengalami banyak perubahan,karena SDM saat ini dituntut untuk memiliki pengetahuan/wawasan global yang tinggi. Selain itu pengetahuan dan keterampilan dalam bidang IPTEK dan juga sikap disiplin,jujur serta inovatif. Karena soft skill merupakan modal utama dalam dunia pekerjaan.
Telah terjadi gap besar antara pendidikan dengan lingkungan eksternal, diantara nya :
Proses Pendidikan :
a)    Orientasi terhadap pengembangan  intelektual (intellectual development)
b)   Penyiapan untuk menghadapi masalah yang sederhana 
c)    Pembentukan sikap-sikap dasar “normatif” (etika, sopan - santun, disiplin, birokratis)
d)   Pola  hubungan  lebih formal, satu  arah dan otokratis.
e)    “sukses” » “hasil/ prestasi belajar”
f)    Menekankan “hard skill”
Lingkungan Eksternal :
a)    Orientasi terhadap “human development “ (intelektual , ketrampilan dan moral & periaku profesional ).
b)   Masalah yang dihadapi lebih “complex”, yang memerlukan ketangguhan  daya nalar, fisik dan psikis.
c)    Sikap - sikap  profesional  (kejujuran, adil, respek, keunggulan).
d)   Pola hubungan informal, persahabatan, saling memahami, kedamaian,leadership)
e)    “sukses” » “hasil  prestasi/karya total”
f)          menekankan pada “soft skill”
DAMPAK  YANG DITIMBULKAN
  1. Kompetensi SDM Indonesia kurang “competitive” pada berbagai sektor, baik pada sekala regional maupun internasional.
  2. SDM Indonesia tidak memiliki sikap profesional, kurang memiliki daya juang dan moral-moral mulia seperti kejujuran,saling menghargai & sportifitas.
  1. SDM Indonesia kurang siap memenuhi kebutuhan industri/usaha yang saat ini terus berkembang begitu pesat.
  2. Kondisi ekonomi Indonesia akan makin terpuruk, pada berbagai aspek,baik pada sekala mikro maupun makro          
Pengertian Lingkungan Pendidikan Yang Kondusif
Lingkungan sistem pendidikan yang terdiri dari unsur sekolah, kurikulum, guru, anak didik, orang tua dan lingkungan masyarakat, dimana hasil sistem pendidikan tersebut sejalan ( kondusif ) dengan tuntutan & kebutuhan lingkungan eksternal ( misalnya :  persiapan menghadapi globalisasi, kompetisi)  ( Platform Pendidikan Nasional di Singapura )
Adanya lingkungan pendidikan yang kondusif (memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan diri secara utuh baki hard skill maupun soft skillnya) merupakan prasyarat mutlak, untuk menghadapi globalisasi ( Peter F. Drucker, Marketing Expert )
Adanya lingkungan pendidikan yang kondusif (memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan diri secara utuh baki hard skill maupun soft skillnya) merupakan prasyarat mutlak, untuk menghadapi globalisasi ( Peter F. Drucker, Marketing Expert )
Upaya Menguragi Gap Hasil Pendidikan Dengan Tuntutan Lingkungan Eksternal :
Mensinkronkan arah pendidikan (secara makro/mikro) sesuai kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan  lingkungan eksternal, dengan penyusunan kurikulum yang relevan dengan kehidupan yang lebih riil, melalui :
  1. Pembekalan kepada siswa kompetensi SDM yang relevan (hard sklill + soft skill)
  2. Penyiapan mental siswa menghadapi lingkungan kompetisi yang keras dengan perubahan yang makin cepat.
  3. Pengembangan daya kreatif dan inovatif siswa agar mampu menyikapi situasi & sumberdaya yang makin terbatas.
  4.  Pembiasaan diri dalam lingkungan global dan multi budaya (keterbukaan, interaksi andragogi).
Upaya lain adalah dengan memberikan pembekalan multi kompetensi kepada siswa.
PENANAMAN NILAI-NILAI OLYMPISM DI INSTITUSI PENDIDIKAN  MERUPAKAN PENDEKATAN YANG EFEKTIF  DALAM MENGEMBANGKAN “SOFT SKILL“ SISWA
            Olimpishme merupakan :
•          Suatu filsafat kehidupan, yang menyatukan dan menyeimbangkan badan yang sehat dengan kemauan dan kecerdasan.
•          Kesatuan antara olahraga, kebudayaan dan pendidikan
            Olympism = Sport + Culture + Education
•          Gerakan olahraga selain mengembangkan pola hidup yang sehat, Juga merupakan suatu cara untuk menggembirakan diri  dan meningkatkan mutu dan nilai pendidikan.
OLAHRAGA SEBAGAI ”SEKOLAH UNTUK KEHIDUPAN”
            Olahraga yang dilakukan melalui perancangan dan palaksanaan yang benar merupakan sekolah yang baik bagi kehidupan masa sekarang dan masa depan, oleh karena itu  olahraga yang dimulai sejak anak-anak berada di sekolah dasar yang dikenal dengan istilah mata palajaran pendidikan jasmani haruslah mendapat perhatian dan ditunjang dengan segala aspek yang diperlukan.
            Keterampilan yang diperolah melalui berbagai macam partisipasi dalam permainan merupakan dasar perkembangan manusia secara keseluruhan. Keterampilan tersebut dapat berupa kerja sama, percaya dan harga diri yang merupakan faktor-faktor penting yang mendasar untuk membentuk pribadi manusia agar mereka dapat dan mampu berpikir dan berbuat untuk kepentingan dirinya, masyarakat, negara, bangsa dan dunia (kepentingan masa depannya)
(Prof. Imam Suyudi:  PakarOR/ Mantan Direktur National Olympic Academic Of  Indonesia )
7 KOMPONEN STANDAR  DARI SASARAN PEMBENTUKAN MORAL DALAM OLYMPISM
(TERCANTUM DALAM PIAGAM OLIMPIADE)
  1. Kesempurnaan Dalam Performansi (Excellence in performance)
  2. Berpartisi Dengan Kegembiraan & Kesenangan (Joy and pleasure in participation)
  3. Kejujuran dalam berkompetisi (Fairness of play) 
  4. Rasa Hormat Terhadap Sesama (Respect for other nations, cultures, religions, races and individuals)
  5. Pengembangan Kualitas Manusia (Human quality development)
  6. Belajar Secara Bersama & Terpadu (Leadership by sharing, training, working and competing together )
  7. Kedamaian Antara Bangsa (Peaceful co-existence between different nations peace)
PENANAMAN NILAI-NILAI OLYMPISM  DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN  AKAN EFEKTIF  BILA DILAKSANAKAN  SECARA SISTEMATIS
  1. Merupakan bagian dari  keseluruhan kurikulum pendidikan
  2. Menggunakan  metode “ proses dinamika kelompok “  atau   “quantum learning process”
KESIMPULAN :
-          Sistem pendidikan yang kondusif yang menghasilkan multi kompetensi anak didik sangat diperlukan dalam menghadapi era informasi/globalisasi
-          Nilai nilai olahraga (Olympism) memiliki relevansi dan keterkaitan erat dengan tujuan dan visi pendidikan yang kondusif.
-       Penanaman Olympsm secara terpadu dan konsisten pada lingkungan pendidikan, dapat mendukung terciptanya output pendidikan (SDM) sesuai yang diharapkan .
-   Diperlukan pengembangan program program penanaman Olympism di lingkungan sekolah, dengan pendekatan yang lebih kreatif ,inovatif, efisien dan efektif .
-        Dukungan komitmen dari berbagai pihak (Pemerintah,masyarakat, pelaku pendidikan dan pihak swasta) saat ini sangat di perlukan untuk menghasilkan prestasi olah raga Indonesia yang maksimal.


Nah, berakhirlah pertemuan hari ini.. dan tentunya selalu ada kuis.. J